Komentar :
Wildan Ramdani (04/06/2018 01:23)
Rapi nambal nya
Sandi Muhammad (08/05/2018 16:57)
Cepat kerja nya
Abdul Aziz (08/05/2018 15:24)
Mantab
Om Bob Cianjur (07/03/2018 02:49)
Jos pos bid cikaret
deni agustini (12/02/2018 10:36)
Gacor
irsan firdaus (06/01/2018 02:45)
Ketika mengetahui ban bocor halus di tempat tambalan itu rasanya ngeri-ngeri sedap. Karena sepengetahuan saya tidak bisa ditambal ulang alias harus ganti ban baru. Setelah keliling Bogor menanyakan apakah menjual ban dengan tipe bawaan pabrik mobil ini, ternyata saya tidak menemukan satupun yang menjualnya.
Kemudian pasrah dan bertanya ke dealer, ternyata harga di sana lumayan mahal. Kemudian ada saja jalan menuju roma, berkat rekomendasi seseorang saya mendatangi sebuah toko ban di wilayah Tajur. Di sana menjual ban tersebut dengan harga sekitar 70% dari yang ditawarkan dealer resmi.
KONDISI BAN MASIH SANGAT BAIK
Tapi saya masih tidak rela karena saya pikir ban ini masih sangat baik dan tebal kembangannya. Lalu saya coba cari tahu bagaimana caranya gar ban tersebut dapat digunakan kembali dengan aman dan nyaman.
Lalu saya mengunjungi satu toko ban di dekat terminal bus, di sana ditawarkan untuk menusuk kembali (menumpuk) tepat di tengah tambalan yang sudah ada. Mereka cukup fair mengatakan jika kemungkinan gagal tetap ada. Tapi saya pikir ya dicoba saja toh kalau memang gagal tetap harus ganti ban juga pada akhirnya. Usaha ini ternyata cukup sia-sia, karena masih ada bocor halus. memang bocornya lebih kecil tapi tetap ada.
Kemudian setelah mengobrol dari hati ke hati dengan si abang yang menambal ban saya ini, saya disarankan untuk tambal permanen saja. Wah, saya baru dengar istilah ini, memang agak katro nih saya. Hahahahaha. Kemudian saya diarahkan ke satu bengkel yang menurut informasi dia di situ satu-satunya di Bogor yang bisa tambal permanen. Bukan dari tadi aja ah si abang ini. Hahahahahaha.
Karena desakan waktu karena saya akan melakukan perjalanan jarak jauh selama satu minggu bersama isteri, saya langsung meluncur saat itu juga. Ketika saya sampai bengkel tersebut sudah akan tutup dan saya disarankan kembali pada esok lusa. Karena keesokan harinya adalah Hari Raya Idul Adha dan mereka libur pada hari itu.
PELANGGAN PERTAMA
Singkat cerita saya datang kembali sepagi mungkin, bahkan ketika saya sampai bengkelpun belum buka. Tapi saya jadi pelanggan pertama pada hari itu. Akhirnya setelah menceritakan detil yang saya inginkan mereka langsung melakukan proses penambalan permanen tersebut.

Proses pertama ban dicopot dari velg nya. Karena ternyata proses penambalan dilakukan dari sisi dalam ban. berbeda dengan sistem tamban ban cacing yang dilakukan dari sisi luar ban.


Setelah ban dicopot maka permasalahan utamanya terungkap. Bisa sama-sama kita lihat bagaimana dan kenapa ban ini masih bocor meskipun setelah ditambal ulang sampai dua kali. Masalahnya ada di penambalan yang tidak pada alur bocornya. Jadi paku yang menancap tidak tercabut seluruhnya. Ini yang mengakibatkan udara dari dalam ban bisa mengalir keluar. Meskipun sangat halus dan baru terdeteksi oleh sensor ban pada mobil ini setelah satu sampai tiga hari, tetap saja ada perasaan tidak nyaman.
LUBANG BOCOR PADA BAN DIPERBESAR



Setelah bekas tambalan lama dicabut, kemudian lubang pada ban dibuat lebih besar dengan menggunakan bor dengan mata khusus. Kaget juga pertamanya karena baru tahu metode seperti ini, tapi ya saya ikuti dan amati saja prosesnya
Rosna Nasution (31/07/2017 05:29)
Cepettt n gak lelett
Ayi Kustana (25/11/2016 08:17)
Memberi keringanan bagi yang ban nya bocor saya siap d panggil jika kondisi dan situasi nya tidak sibuk trima kasih.....
Fuad Albar (04/07/2017 12:46)
Tambal ban bersahabat