PetaLokasi.org

Direktori Lokasi di Indonesia

Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit Dan Kelamin Indonesia

Aceh Besar, Aceh
Alamat: Jl. T. Panglima Polem No.98, Peunayong, Kuta Alam, Kota Banda Aceh, Aceh, Indonesia
Rating: 5.00
Telp: +62 651 637758
www.perdoski.org

Komentar :

Max Tube (22/04/2019 15:33)
Baek baek lah melayani pasien ya

Bahar Khan (24/09/2018 15:07)
Kehadiran dokter Indonesia yang mendalami ilmu kesehatan kulit dan kelamin  di tanah air kita sebenarnya sudah lama dan tidak jauh dari kelahiran pendidikan kedokteran resmi di Indonesia; di antaranya adalah Dr. Soetomo,  yang merupakan penggagas dan pendiri Boedi Oetomo, dan perintis kebangkitan nasional Indonesia pada tahun 1908. Tokoh lain yang juga termasuk perintis kemerdekaan adalah Dr. Sitanala yang mempunyai perhatian besar terhadap kusta dan sebagai salah seorang pendiri Palang Merah Indonesia. Selain itu tercatat dr. Kodiat yang menaruh minat besar pada frambusia, Prof. dr. M. Djoewari yang merupakan dokter spesialis kulit dan kelamin yang pernah menjadi ketua Umum ke-4 PB IDI pada tahun 1956 - 1958, dan Prof. dr. Sartono Kertopati adalah salah satu tokoh yang merintis pendidikan spesialis kulit dan kelamin di RSCM.

Demikian pula Dr. Tan Eng Tie (Dr. Arief Sukardi) yang tercatat sudah menjadi dokter ahli penyakit kulit dan kelamin (belum ada istilah SpKK pada saat itu), beliau juga merupakan salah satu pendiri IDI dan sempat menjadi bendahaa PB IDI enam kali berturut-turut, dan memfasilitasi pembelian gedung PB IDI di Jl. Sam Ratulangi.

Namun baru 57 tahun kemudian dari Kebangkitan Nasional, dimulai dari keinginan untuk mempersatukan para dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin di Indonesia dalam suatu wadah, terbentuk cikal bakal perkumpulan profesi dokter penyakit kulit & kelamin. Pada tanggal 30 Maret 1965 dibentuk Panitia Ad Hoc, yang disebut “Panitia Pembentukan Persatuan Ahli Dermato-Venereologica Indonesia”, dengan susunan sebagai berikut:

Ketua:Prof.Dr. M. DjoewariAnggota:Dr. Tan Eng Tie (Dr. Arief Sukardi)  Dr. Tilam Purwohoesodo  Dr.  M.A. Loebis

Oleh panitia tersebut dibuat kuesioner yang dikirimkan kepada para dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin di seluruh Indonesia, untuk diminta sarannya. Pada waktu itu dilampirkan pula garis besar rancangan anggaran dasar. Semua yang mengembalikan kuesioner menyetujui ide didirikannya persatuan tersebut serta menyetujui pula nama yang diusulkan yaitu : “Perkumpulan Ahli Dermato-Venereologi Indonesia” disingkat PADVI.

kong jai (22/09/2018 16:18)
Tutup pukul berpa

Bahar Khan (24/09/2018 15:07)
Kehadiran dokter Indonesia yang mendalami ilmu kesehatan kulit dan kelamin  di tanah air kita sebenarnya sudah lama dan tidak jauh dari kelahiran pendidikan kedokteran resmi di Indonesia; di antaranya adalah Dr. Soetomo,  yang merupakan penggagas dan pendiri Boedi Oetomo, dan perintis kebangkitan nasional Indonesia pada tahun 1908. Tokoh lain yang juga termasuk perintis kemerdekaan adalah Dr. Sitanala yang mempunyai perhatian besar terhadap kusta dan sebagai salah seorang pendiri Palang Merah Indonesia. Selain itu tercatat dr. Kodiat yang menaruh minat besar pada frambusia, Prof. dr. M. Djoewari yang merupakan dokter spesialis kulit dan kelamin yang pernah menjadi ketua Umum ke-4 PB IDI pada tahun 1956 - 1958, dan Prof. dr. Sartono Kertopati adalah salah satu tokoh yang merintis pendidikan spesialis kulit dan kelamin di RSCM.

Demikian pula Dr. Tan Eng Tie (Dr. Arief Sukardi) yang tercatat sudah menjadi dokter ahli penyakit kulit dan kelamin (belum ada istilah SpKK pada saat itu), beliau juga merupakan salah satu pendiri IDI dan sempat menjadi bendahaa PB IDI enam kali berturut-turut, dan memfasilitasi pembelian gedung PB IDI di Jl. Sam Ratulangi.

Namun baru 57 tahun kemudian dari Kebangkitan Nasional, dimulai dari keinginan untuk mempersatukan para dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin di Indonesia dalam suatu wadah, terbentuk cikal bakal perkumpulan profesi dokter penyakit kulit & kelamin. Pada tanggal 30 Maret 1965 dibentuk Panitia Ad Hoc, yang disebut “Panitia Pembentukan Persatuan Ahli Dermato-Venereologica Indonesia”, dengan susunan sebagai berikut:

Ketua:Prof.Dr. M. DjoewariAnggota:Dr. Tan Eng Tie (Dr. Arief Sukardi)  Dr. Tilam Purwohoesodo  Dr.  M.A. Loebis

Oleh panitia tersebut dibuat kuesioner yang dikirimkan kepada para dokter spesialis penyakit kulit dan kelamin di seluruh Indonesia, untuk diminta sarannya. Pada waktu itu dilampirkan pula garis besar rancangan anggaran dasar. Semua yang mengembalikan kuesioner menyetujui ide didirikannya persatuan tersebut serta menyetujui pula nama yang diusulkan yaitu : “Perkumpulan Ahli Dermato-Venereologi Indonesia” disingkat PADVI.

kong jai (22/09/2018 16:18)
Tutup pukul berpa

Tempat Lainnya :

Copyright © 2016 - 2019
PetaLokasi.org | About | Facebook